search blogku

Tuesday, July 1, 2008

Profesor U, Obat Cina, dan Guruh Soekarno

Tulisan ini dimuat di surat kabar Tribun Timur, Makassar

melancong ke cina

Profesor U, Obat Cina, dan Guruh Soekarno

ANDA kenal Guruh Soekarno, kan? Begitu tanya Profesor U Yen. Wanita yang kelihatan sehat di usianya yang sudah cukup tua ini ahli obat-obatan tradisional Cina. Ia sangat fasih berbahasa Indonesia.

Prof U menyebut putra Soekarno untuk mempromosikan Toko Tien Kung Fan kepada wisatawan Indonesia. Toko ini terletak di kota Shenzhen, Cina, dan merupakan tempat tujuan “resmi” bagi wisatawan yang dikelola perusahaan travel.

Namanya toko tapi sebenarnya mirip rumah sakit untuk obat tradisional Cina. Bangunannya satu lantai, lebih mirip rumah tinggal. Para pegawainya lumayan ramah kepada para tamu. Toko ini menyatu dengan penjual kain sutra, salah satu komoditi andalan Cina. Di situ ada pakaian, selendang, maupun sprei.

Ke luar dari Toko Tien, wisatawan diarahkan ke toko sutera. Pemerintah Shenzhen menjadikannya obyek wisata. No picture alias dilarang mengambil gambar.

Wisatawan yang berminat bisa memeriksakan diri sebelum mendapat resep. Cara mengidentifikasi penyakit cukup dengan melihat dan meraba-raba telapak tangan.

Para “dokter” itu meyakini, penyakit dapat dideteksi dari telapak tangan. Dari sana dapat diketahui kondisi hati dan ginjal, dua organ tubuh yang vital bagi kesehatan.

Rombongan turis berbaris. Prof U memperhatikan satu demi satu, lalu yang “mencurigakan” diminta memisahkan diri. Umumnya orang tua atau mereka yang dari wajahnya tergambar sedang sakit.

Prof U lalu memeriksa mereka. Sebagian ditangani “dokter” lain yang siaga. Para “perawat” dengan ramah membimbing pasien ke kamar pemeriksaan. Banyak dari mereka yang mengucapkan “selamat datang, lewat sini…”

Pemeriksaan dan konsultasi berlangsung cukup singkat, sekitar 15 menit. Seorang Indonesia mengagumi kemampuan Prof U.

“Dia tahu tekanan darah saya dengan persis, padahal hanya dengan memeriksa telapak tangan,” komentarnya. Ia membeli obat tradisional atas anjuran (resep) Prof U kira-kira seharga 350 yuan (Rp 472.500). Ada pasangan suami-istri yang menebus obat Rp 2 juta.

Bila Anda tidak berminat membeli obat juga tidak apa-apa. Cukup jalani pemeriksaan dan lakukan konsultasi. Gratis tapi sangat berguna.

Bagi yang ingin membeli, petugas meracik obat secara langsung dari bahan-bahan alami. Obat dari dokter modern diminta agar dihentikan pemakaiannya, sambil melihat reaksi obat Cina.

***

MENURUT Prof U, Toko Tien Kung Fan sudah menangani pasien tokoh-tokoh ternama. Salah satunya Guruh Soekarnoputra, yang sempat kawin dengan wanita asal Uzbekistan, Guseynova Sabina Padmavati, pada 19 Oktober 2002.

Ketika itu usia Guruh 49 sedangkan Sabina masih muda, 23 tahun. Pada pesta perkawinan di Jakarta, para tamu diterima barisan pagar ayu berpakaian tradisional, salah satunya pakaian Bugis.

Prof U tidak mengabarkan bagaimana hasil pengobatan tradisional Cina yang dijalani Guruh.

Pemimpin Cina, Deng Xiaoping, menderita sakit parkison. Sempat berobat di rumah sakit modern di Shenzhen, kemudian beralih ke Toko Tien. “Beliau mengonsumsi obat dari Tibet,” kata Prof U tentang Deng yang sembuh dan sempat menjalani hidup hingga usia 92 tahun.

Deng Xiaoping lahir di sebuah desa di Provinsi Sichuan, daerah yang dilanda gempa bumi dahsyat 7,8 skala Richter pada 12 Mei lalu. Gempa ini meminta korban lebih dari 40 ribu orang.

Meninggal karena infeksi paruparu dan Parkinson pada 1997, Deng merupakan salah satu tokoh utama Cina modern. Ia membuka isolasi Cina tahun 1978 setelah revolusi kebudayaan. Berkat kebijakannya itu, kota pantai seperti Shanghai dan Shenzhen tumbuh sangat cepat dan masuk deretan kota-kota utama di dunia.

Sejumlah toko memberi diskon besar untuk disumbangkan ke korban bencana di Sichuan. Salah satunya Shenzhen Xingyu Mineral Museum yang menjual berbagai barang kerajinan dari batu giok.

Selain Deng, kata Prof U, mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kwan Yew juga pernah berobat di Toko Tien. Pemimpin yang juga membawa Singapura menjadi salah satu kota terpenting di dunia itu menderita kanker limpah.

Prof U melayani tamu-tamu Indonesia dengan ramah. Ia dan obat tradisional Cina menjadi salah satu daya tarik Shenzhen, selain kotanya yang indah dan rapi, tempat shopping-nya yang oke, lapangan kerja yang terbuka lebar, dan atraksi budaya di Spelendid China yang luar biasa.***