search blogku

Wednesday, December 24, 2008

Pengumuman CPNS di Sulawesi Selatan

Ask the Tribun Timur Editor
Sekitar 70 ribu peserta seleksi CPNS tahun ini sedang was-was menunggu pengumuman. Hari ini, Tribun Timur melaporkan, baru Pemprov Sulsel dan Kabupaten Maros yang melansir pengumuman. Daerah lain menyusul. Sampai sore ini, Tribun Timur sudah mendapatkan bahan pengumuman beberapa daerah untuk edisi besok, Kamis (25/12).



Sumber: Tribun Timur, Makassar
Rabu, 24-12-2008
Pemprov-Maros Umumkan CPNS
Daerah Lain Masih Menunda, Termasuk Makassar dan Gowa; Rencana Diumumkan Besok; Sebagian Daerah Mengaku Terlambat Terima Hasil Skoring; Pangkep Abaikan Hasil Skoring Tim Unhas

MAKASSAR, TRIBUN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Pemerintan Kabupaten (Pemkab) Maros mengumumkan kelulusan hasil seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS), Rabu (24/12) hari ini.
Hanya kedua instansi ini yang mengumumkan secara tepat waktu. Sementara daerah lainnya, termasuk Makassar, menunda pengumuman dengan alasan teknis.
Hasil seleksi CPNS Pemprov Sulsel dan Pemkab Maros diumumkan di Tribun Timur.

Sebanyak 105 peserta seleksi CPNS di Maros dinyatakan lulus untuk mengisi tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. “Sebelumnya, kita memang merencanakan diumumkan pada 24 Desember secara serentak.
Tapi kalau memang tidak bisa serentak, kita serahkan dengan kondisi dan kebijakan pemkab/ pemkot masing-masing. Yang jelas pemprov tetap mengumumkan besok (hari ini),” kata Kepala BKD Sulsel, Andi Murni Amin Situru, tadi malam.
Di tempat terpisah, Kepala BKD Maros, Ibrahim Dahlan, mengatakan, pihaknya sudah merampungkan daftar peserta yang lolos sudah rampung sejak kemarin sore. “Kita hanya menunggu pejabat yang akan bertanda tangan dan Alhamdullillah, semuanya tuntas malam ini (tadi malam),” kata Ibrahim.
LJK peserta seleksi CPNS daerah diperiksa oleh tim di Unhas. Selanjutnya, hasil tersebut diserahkan kembali kepada BKD kabupaten/kota.
Ketua Tim Pemeriksa CPNS Sulsel, Dr Tajuddin Parenta, mengatakan, pihaknya mendahulukan daerah yang pendaftarnya lebih sedikit.
"Kami sudah menyerahkan hasil skoring kepada 20 kabupaten/kota sejak Senin (22/12) sampai hari ini (kemarin). Kalau yang banyak pendaftarnya seperti pemprov, Makassar, dan Gowa memang terakhir diolah," kata Tajuddin.
Mekanisme
Meski hasil pemeriksaan yang diserahkan oleh tim Unhas kepada masing-masing BKD sudah dalam bentuk skoring nilai atau berdasarkan rangking di tiap formasi, namun penentuan kelulusan tetap berada di tangan pemprov atau pemkab/pemkot.
Hasil seleksi akan dibahas lagi oleh tim di masing-masing pemerintah daerah sebelum disampaikan kepada gubernur atau bupati/wali kota sebagai pembina kepegawaian untuk ditandatangani.
Tidak semua pengumuman ditandatangani langsung oleh kepala daerah. Pengumuman kelulusan CPNS di Pemprov Sulsel ditandatangani oleh Sekretaris Provinsi Andi Muallim sedangkan di Maros ditandatangani oleh Asisten Administrasi Hj A Rosmiati.
Dalam penggodokan di tingkat pemda inilah yang disebut-sebut sebagai tahapan "yang rawan" bila pemda memiliki otoritas mengumumkan tanpa mengacu pada hasil skoring dari tim pemeriksa.
"Setelah skoring selesai, maka tugas kami sebagai tim pemeriksa sudah selesai. Kewenangan mengumumkan ada di tangan masing-masing pemda," kata Tajuddin.
Tahun sebelumnya, pemeriksaan LJK dan pembutan soal CPNS ditangani oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) dengan melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Namun tahun ini, pemprov memilih Unhas sebagai pembuat soal dan pemeriksa LJK peserta seleksi.

Tertunda
Sebagian daerah menunda mengumumkan hasil seleksi CPNS dengan berbagai alasan. Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo, mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil skoring yang dirapatkan oleh tim di pemkab.
Hasil rapat tersebut selanjutnya diserahkan kepada bupati untuk ditandatangani sebelum diumumkan di media massa. Dia mengaku masih terus berkoordinasi dengan pejabat BKD setempat yang ditugaskan menjemput hasil skoring di Unhas.
"Kalau semunya sudah beres, pasti kita umumkan. Saya juga masih menunggu kabar dari staf yang ditugaskan menjemput hasil seleksi tersebut," kata Ichsan yang dihubungi sekitar pukul 22.30 wita.
Penjelasan senada disampaikan Wali Kota Makassar Andi Herry Iskandar yang mengaku belum mendapat hasil seleksi dari BKD.
"Sampai sekarang, Kepala BKD (Sittiara) dan stafnya masih berada di Unhas. Kita berharap besok siang akan rampung. Kita pastikan hasil seleksi ini diumumkan di koran, termsuk di Tribun," kata Herry yang dihubungi pukul 22.00 wita.
Pemkab Pangkep juga menunda pengumuman hasil ujian CPNS hari ini. Menurut Bupati Pangkep Syafrudin Nur hal itu sengaja dilakukan untuk memberi kesempatan tim khusus melakukan pemeringkatan ulang.
Pemeringkatan ulang dilakukan untuk penentuan kelulusan bagi formasi guru dan tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di wilayah kepulauan dan terpencil daerah itu.
"Untuk kelulusan CPNS yang akan ditempatkan di pulau dan wilayah terpencil, kita (Pangkep) tak akan mengacu pada standar hasil/penilaian dari Unhas," jelas Syafrudin usai rapat kerja di Gubernuran, Makassar, kemarin.
Alasannya, Pemkab Pangkep konsisten dengan kebijakan dan komitmennya untuk memprioritaskan kelulusan peserta (putra) wilayah kepulauan yang akan diangkat jadi PNS dan ditempatkan di kepulauan.
"Hal ini sudah kami laporkan ke gubernur. Ini kasuistik, lagi pula ada kewenangan bagi daerah untuk mengambil langkah demikian," tuturnya.
Menurut Syafrudin kebijakan itu harus dilakukan untuk memecahkan masalah selama ini bahwa PNS yang ditempatkan di kepulauan dan wilayah terpencil Pangkep cenderung meminta pindah setelah terangkat dan tak disiplin melayani masyarakat.
Syafrudin menargetkan jika hasil pemeriksaan telah diterimanya dan kemudian selesai dirapatkan bersama tim yang juga terdiri dari kalangan LSM setempat, maka besok atau paling lambat akhir pekan ini, hasil kelulusan tersebut segera diumumkan.
Menurut Kepala bagian Humas dan Protokol Pemkab Pangkep Zainal Abidin, sejumlah organisasi pemuda juga mendukung langkah Bupati Syafrudin untuk menunda pengumuman hasil CPNS dan memprioritaskan kelulusan putra pulau.
Organisasi yang menyatakan sikap tersebut di antaranya Majelis Pemuda Indonesia, Jaringan Masyarakat peduli Pangkep, dan Pemuda Pelajar Muhamadiyah Pangkep.
"Jika mengacu pada standar kelulusan maka jelas putra kepulauan akan kalah bersaing sehingga perlu penilaian khusus," tutur Ketua Majelis Pemuda Indonesia Pangkep Rizaldi Parumpa.

Bupati Bantaeng, Dr Nurdin Abdullah MSc, juga memastikan hasil seleksi CPNS di daerahnya tidak bisa dilaksanakan hari ini.
Bahkan, Bantaeng kemungkinan baru mengumumkan hasilnya pada awal Januari mendatang. Nurdin saat ini sedang berada di Surabaya, Jawa Timur.
"Saya belum bisa pastikan kapan hasil seleksi CPNS ini bisa diumumkan," kata Nurdin.

Tribun Timur, Selalu yang Pertama

Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com

Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555) (fik/opi/fir/rex/ba)